- Perkembangan IPA
Pengertian Alam Semesta
Alam
semesta merupakan tempat berkumpulnya bebda-benda langit yang termasuk
didalamnya mikrokosmo dan makrokosmo yang berlangsung pula ribuan, bahkan
jutaan proses fisika, kimia, biologi dan proses-proses lain yang tak diketahui.
Teori terjadinya alam semesta
1. Teori keadaan tetap (Steady-state theory)
Teori
ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bawha alam semesta
dimanapun dan bilamanapun selalu sama. Teori ini ditunjang oleh kenyataan bahwa
galaksi baru mempunyai jumlah yang sebanding dengan galaksi lama. Dengan
demikian teori ii secara ringkas menyatakan bahwa tiap-tiap galaksi terbentuk
(lahir), tumbuh, menjadi tua dan akhirnya mati. Jadi, teori ini beranggapan bahwa
alam semesta itu tak terhingga besarnya dan tak terhingga tuanya ( tanpa awal
dan tanpa akhir).
2. Teori dentuman besar ( big-bang theory)
Teori
ini menyatakan bahwa alam semesta berasal dari kondisi super padat dan panas,
yang kemudian mengembang sekitar 13,7 milyar tahun lalu (pengukuran terbaik
pada tahun 2009 memperkirakan hal ini terjadi sekitar 13,3 - 13,8 milyar tahun
yang lalu) dan terus mengembang sampai sekarang.
Anggota Sistem Tata Surya seperti
Bintang/Matahari, Planet, Asteroid, Komet, dan Meteor
Anggota Tata Surya
Tata
Surya terdiri atas matahari ( pusat tata surya ), planet planet yang mempunyai
orbit berbentuk elips, meteor, asteroid, komet, dan satelit alami yang
mengelilinginya. Untuk lebih jelasnya berikut beberapa sifat yang dimiliki oleh
anggota tata surya.
A. Matahari
Pada
dasarnya matahari merupakan salah satu bintang yang berada di tata surya dan
menjadi pusatnya. Matahari termasuk bintang karena dapat menghasilkan energi
cahaya sendiri. Cahaya matahari dibandingkan bintang yang lain terasa lebih
cemerlang. Hal itulah yang menyebabkan pada waktu siang hari kita tidak dapat
melihat bintang selain matahari. Matahari merupakan anggota Tata Surya yang
paling besar, karena 98% massa Tata Surya terkumpul pada matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, matahari
juga merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya. Wujud matahari
adalah bola gas berpijar yang sangat besar. Berpijarnya bola gas tersebut
disebabkan oleh adanya reaksi fusi di bagian inti matahari. Oleh karena itu.
inti matahari mempunyai suhu yang paling tinggi dibandingkan bagian-bagian yang
lain. Berdasarkan letaknya, susunan lapisan matahari dapat dibedakan menjadi
empat macam ( mulai dari yang terdalam ), yaitu:
a. Inti merupakan bagian yang paling dalam
dari matahari. Suhu di lapisan ini diperkirakan mencapai l6 juta oC.
b. Fotosfer merupakan permukaan matahari
yang tebalnya kurang lebih 350 km. Lapisan inilah yang memancarkan cahaya
sangat kuat. Suhu di fotosfer diperkirakan rata-rata 6.000 oC.
c. Kromosfer merupakan lapisan gas yang
sangat panas yang menyelubungi matahari. Terdapat lidah api berwarna merah dan
bentuknya tidak tetap.
d. Korona merupakan lapisan gas yang
renggang disekeliling matahari di luar kromosfer dan berwarna putih berkilau
kilauan. Hanya dapat dilihat waktu gerhana matahari total.
B. Planet
Ciri
Ciri Planet: Mengorbit ke matahari, telah menyingkirkan obyek obyek lain di
sekitar orbitnya, tidak memiliki sumber cahaya, dan memiliki satelit.
Untuk
mengetahui ciri ciri kedelapan planet anggota tata surya kita, perhatikan
keterangan berikut:
1. Merkurius
Planet terdekat jaraknya dengan matahari ( 58
Juta Km dari matahari ). Beredar mengelilingi matahari dalam waktu 88 hari . Rotasinya
memerlukan waktu 59 hari. Temperatur bagian yang disinari matahari mencapai 400
derajat C, yang tidak terkena sinar matahari suhunya 200 derajat C.Permukaan
planet tersebut penuh dengan kawah kawah dan cekungan cekungan.
2. Venus
Dikenal
sebagai bintang timur atau bintang senja. Muncul menjelang matahari terbit ( jam 4 pagi ) dan terbenam ( jam 5 sore ).Atmosfernya
memiliki sifat rumah kaca yaitu panas yang diterima dari matahari tidak dapat
membias keluar dari atmosfernya .Suhu rata rata 477 derajat C. Topografinya berupa
pegunungan dengan formasi tua dan muda. Susunan atmosfernya terdiri dari
karbondiosikda dan sejumlah kecil nitrogen serta uap air.
3. Bumi
Planet
yang di dalamnya terdapat kehidupan. Bumi mempunyai satu satelit yaitu bulan
.Rotasi bumi adalah 23 jam 56 menit dan memiliki masa revolusi sekitar 365 hari
6 jam.
4. Mars
Dikenal
dengan nama bintang merah. Mempunyai 2 satelit yaitu Deimos dan Phobos.Suhu
rata rata dingin, hal ini disebabkan karena atmosfernya sangat tipis. Mempunyai
gunung berapi, jurang, dan kawah yang luas.Kutubnya berteras teras dan
diselimuti oleh es. Rotasi Mars: 24 jam 37 menit, Revolusi: 687 hari.
5. Jupiter
Merupakan
planet paling besar di dalam tata surya. Rotasinya: 10 jam, revolusi: 12 tahun.
Mempunyai 16 satelit. Satelit terbesarnya bernama Ganymade dengan diameter
130.000 Km.Planet ini lembek, permukaannya hanya berupa gas helium dan hidrogen
cair yang terbungkus awan yang bergerak.
6. Saturnus
Merupakan
planet terbesar kedua setelah Jupiter dan salah satu planet yang memiliki
cincin. Cincin tersebut merupakan gumpalan es.Revolusinya 30 tahun. Rotasinya:
10,5 jam.Mempunyai 10 satelit. Satelit terbesarnya bernama Titan.
7. Uranus
Terdiri
atas gas utama yang berupa hidrogen, metana dan helium, serta mengandung
es.Rotasinya berlawanan dengan arah rotasi bumi membuat salah satu sisinya
seperti sebuah gasing yang rebah.Revolusi: 84 tahun, rotasinya: 11 jam.Planet
ini mempunyai 5 satelit, yaitu: Miranda, Titania, Ariel, Oberon dan Umbriel.
8. Neptunus
Berbentuk
sebuah cakram yang berwarna kehijauan yang tidak terlihat oleh mata
telanjang.Rotasinya: 16 jam, revolusi: 165 tahun.Mempunyai 2 satelit, yaitu
Triton dan Neroid.Planet ini terdiri
atas air, batuan, gas amonia dan metana.
C. Planet Kerdil
Ciri
Ciri: mengorbit matahari, mempunyai bentuk hampir bulat, belum menyingkirkan
obyek obyek lain di sekitar orbitnya, bukan satelit.
Contoh
planet kerdil: plutp, ceres dan xena.
D. Meteor
Ada
beberapa istilah yang perlu kita pahami:
1. Meteoroid adalah anggota tata surya yang
diperkirakan berasal dari potongan komet dan pecahan pecahan asteroid.
Meteoroid ini berterbangan tak beraturan di ruang angkasa.
2. Meteor adalah meteoroid yang masuk ke
dalam atmosfer bumi. Meteoroid yang jatuh ke bumi dengan laju tinggi menembus
atmosfer dan terbakar sehingga menimbulkan cahaya. Nyala tersebut tampak dari
bumi sebagai bintang jatuh. Bintang jatuh inilah yang disebut meteor.
3. Meteorit adalah meteor yang jatuh sampai
ke permukaan bumi.
Contoh:
Meteorit
dengan masa 34.000 Kg, yaitu meteor ahnitudo yang ditemukan di Green Land,
tahun 1897.
Meteorit
Arizona, yaitu sebuah meteor yang sangat besar yang jatuh di Arizona sehingga
membentuk kawah yang dikenal sebagai kawah Baringer. Masa mencapai 50.000 ton,
kedalaman tempat jatuhnya mencapai 190 m dengan diameter 1400 m.
E. Komet
Komet
ialah benda langit yang mengelilingi matahari dengan lintasan lonjong. Benda
langit ini disebut bintang berekor atau lintang kemukus. Bagian komet terdiri
atas kepala komet dan ekor komet. Kepala komet tampak lebih cemerlang dan lebih
besar dari ekor komet. Arah ekor komet selalu menjauhi matahari, hal ini
disebabkan ketika komet mendekati panas matahari, permukaannya menguap dan
keluarlah ekor gas yang besar. Panjangnya bisa mencapai 100 juta km.
F. Asteroid
Asteroid
atau planetoid atau planet minor adalah planet planet kecil yang sangat banyak
dan beredar pada orbitnya diantara orbit
Mars dan Yupiter. Ukuran asteroid bervariasi ada yang hanya berdiameter 1 km
dan yang lainnya kebanyakan sebesar bulan. Terdapat asteroid yang sangat banyak
dalam tata surya. Sekalipun jarak antar asteroid sekitar 1 juta meter, namun
tidak tertutup kemungkinan terjadi tabrakan diantara sesamanya. Jika terjadi
tabrakan maka asteroid itu akan hancur menjadi meteoroid. Asteoroid yang
terbesar ialah Ceres yang bergaris tengah 480 Mil dan beredar mengelilingi
matahari dalam waktu 4,5 tahun. Tiap tiap asteroid memiliki orbit yang berbeda.
Asteroid terdiri atas nikel, besi dan batu. Selain itu unsur karbon yang banyak
akan mengakibatkan warnanya gelap kehitam hitaman.
Planet Bumi
sebagai bagian dari Sistem Tata Surya
Tata surya merupakan suatu sistem yang terdiri alas
matahari dan benda-benda langit yang beredar mengelilinginya. Karena diedari
oleh benda-benda langit di sekelilingnya. matahari dikatakan sebagai pusat tata
surya. Dalam peredarannya, benda-benda langit tersebut mempunyai lintasan edar
tertentu yang berbentuk elips dengan matahari terletak pada salah satu
fokusnya. Peredaran benda langit mengelilingi matahari disebut revolusi. Adapun
bidang edar yang terbentuk oleh bumi disebut ekliptika. Dalam revolusinya,
anggota tata surya pada suatu saat berada pada jarak yang paling dekat dengan
matahari (periheIium) dan pada saat yang lain berada pada jarak yang paling
jauh dari matahari (aphelium). Hal itu dijelaskan oleh Johannes Kepler seperti
berikut.
Lintasan planet (anggota tala surya) berbentuk elips
dengan matahari terletak pada salah satu titik fokusnya.
Garis hubung planet dan matahari menyapu luasan yang
sama dalam waktu yang sama (AMB = CMD).
Artinya, gerak planet akan cepat jika dekat matahari
dan lambat jika jauh dari matahari. Penjelasan Kepler tersebut selanjutnya
disebut hukum Kepler. Penjelasan pertama disebut hukum I Kepler, sedangkan
penjelasan kedua disebut hukum II Kepler. Selain kedua hukum itu, sebenarnya
masih ada hukum III Kepler. Hukum ini menjelaskan perbandingan jarak antara
planet dan matahari. Mengapa gerakan planet-planet sangat teratur? Peredaran
planet mengitari matahari dikendalikan oleh gaya tarik-menarik anrara planet
dan matahari yang disebut gaya gravitasi. Jika jarak antara planet dan matahari
makin dekat, gaya gravitasi yang terjadi di antara keduanya makin besar.
Akibatnya. gerak revolusi planet makin cepat. Sebaliknya jika jarak antara
matahari dan planet makiu jauh. gaya gravitasi yang terjadi di antara keduanya
makin kecil. Akibatnya. gerak revolusi planet makin lambat. Hal ini sesuai
dengan hukum Kepler.
Mengapa planet-planet dan anggota tata surya lainnya beredar
mengelilingi matahari? Massa matahari sangat besar. sekitar 333.000 kali massa
bumi. Adapun massa planet terbesar (Yupiter) hanya sekitar 300 kali massa bumi.
Jadi, massa matahari hampir-hampir merupakan massa keseluruhan tata surya.
Perbedaan massa yang sangat besar inilah yang menyebabkan seluruh anggota tata
surya beredar mengelilingi matahari.
BUMI
Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk
hidup beserta isinya. Sebagai tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas
beberapa lapisan bumi, bahan-bahan material pembentuk bumi, dan seluruh
kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Bentuk permukaan bumi berbeda-beda,
mulai dari daratan, lautan, pegunungan, perbukitan, danau, lembah, dan
sebagainya. Bumi sebagai salah satu planet yang termasuk dalam sistem tata
surya di alam semesta ini tidak diam seperti apa yang kita perkirakan selama
ini, melainkan bumi melakukan perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi)
sebagai pusat sistem tata surya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya siang
malam dan pasang surut air laut. Oleh karena itu, proses terbentuknya bumi
tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya kita.
lapisan - Lapisan Bumi beserta
Fungsinya
Secara
struktur lapisan dalam bumi, dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut:
1.
Kerak bumi (crush) merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal
lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri
dari batu-batuan basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi
seluruh mahluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 oC.
Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan
litosfer.
2.
Selimut atau selubung (mantle) merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan
kerak bumi. Tebal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan
padat. Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 oC.
3.
Inti bumi (core), yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam
besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 – 5200
km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam.
Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang
suhunya mencapai 2.200 oC. inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola
dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi
yang suhunya mencapai 4.500 oC.
Namun
sebenarnya pada saat ini ditemukan sebuah fakta bahwa bumi tidak lagi hanya
mempunyai 3 lapisan, tapi 7 lapisan. Pengukuran-Pengukuran dan
percobaan-percobaan terbaru menunjukkan bahwa artikel yang berisi nukleus dari
bumi itu berada di bawah tekanan yang sangat tinggi, tiga juta kali lebih dari
permukaan bumi. Di bawah tekanan seperti itu, zat berubah bentuk menjadi solid,
dan hal ini pada waktunya membuat inti bumi itu sangat solid. Inti bumi ini
dikelilingi suatu lapisan zat cair dengan suhu yang sangat tinggi. Ini berarti
bahwa ada dua lapisan di dalam inti bumi, bukan satu. Satu lapisan di dalam
pusat yang dikelilingi lapisan zat cair. Hal itu diketahui sesudah alat-alat
pengukur dikembangkan dan memberi para ilmuwan suatu perbedaan yang jelas antar
lapisan-lapisan bumi bagian dalam. Jika kita turun ke bawah bumi yang keras,
kita akan menemukan lapisan batu-batu yang sangat panas, yaitu batu yang
berfungsi untuk membungkus. Setelah itu ada tiga lapisan terpisah, di mana
masing-masing itu berbeda kepadatan, tekanan dan suhu yang berbeda-beda.
Lapisan
luar bumi secara keseluruhan sering disebut atmosfer.
Atmosfer
adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan
planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di bumi, atmosfer terdapat dari
ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas
permukaan bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut
fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu
dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer mula-mula
dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari
saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan peralatan yang
sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman
yang lebih baik tentang atmosfer berikut fenomena-fenomena yang terjadi di
dalamnya. Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%),
dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%),
uap air, dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap
radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara
siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet.
Troposfer
Lapisan
ini berada pada level yang terrendah, campuran gasnya paling ideal untuk
menopang kehidupan di bumi. Dalam lapisan ini kehidupan terlindung dari
sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit lain. Dibandingkan
dengan lapisan atmosfer yang lain, lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang
lebih 15 kilometer dari permukaan tanah). Dalam lapisan ini, hampir semua jenis
cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin tekanan dan kelembaban yang kita
rasakan sehari-hari berlangsung. Ketinggian yang paling rendah adalah bagian
yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas
dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Biasanya, jika ketinggian
bertambah, suhu udara akan berkurang secara tunak (steady), dari sekitar 17℃ sampai -52℃. Pada permukaan bumi yang
tertentu, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi dapat menyebabkan
anomali terhadap gradien suhu tersebut.
Lapisan
ini dianggap sebagai bagian atmosfer yang paling penting, karena berhubungan
langsung dengan permukaan bumi yang merupakan habitat dari berbagai jenis
mahluk hidup termasuk manusia, serta karena sebagain besar dinamika iklim
berlangsung pada lapisan troposfer. Susunan kimia udara troposfer terdiri dari
78,03% nitrogrn, 20,99 oksigen, 0,93% argon, 0,03% asam arang, 0,0015% nenon,
0,00015% helium, 0,0001% kripton, 0,00005% hidrogen, serta 0,000005% xenon. Di
dalam troposfer terdapat tiga jenis awan, yaitu awan rendah (cumulus), yang
tingginya antara 0 – 2 km; awan pertengahan (alto cumulus lenticularis),
tingginya antara 2 – 6 km; serta awan tinggi (cirrus) yang tingginya antara 6 –
12 km.
Troposfer
terbagi lagi ke dalam empat lapisan, yaitu :
1.
Lapisan Udara Dasar
Tebal
lapisan udara ini adalah 1 – 2 meter di atas permukaan bumi. Keadaan di dalam
lapisan udara ini tergantung dari keadaan fisik muka bumi, dari jenis tanaman,
ketinggian dari permukaan laut dan lainnya. Keadaan udara dalam lapisan inilah
yang disebut sebagai iklim mikro, yang memperngaruhi kehidupan tanaman dan juga
jasad hidup di dalam tanah.
2.
Lapisan Udara Bawah
Lapisan
udara ini dinamakan juga lapisan-batasan planiter (planetaire grenslag,
planetary boundary layer). Tebal lapisan ini 1 – 2 km. Di sini berlangsung
berbagai perubahan suhu udara dan juga menentukan iklim.
3.
Lapisan Udara Adveksi (Gerakan Mendatar)
Lapisan
ini disebut juga lapisan udara konveksi atau lapisan awan, yang tebalnya 2 – 8
km. Di dalam lapisan udara ini gerakan mendatar lebih besar daripada gerakan
tegak. Hawa panas dan dingin yang beradu di sini mengakibatkan kondisi suhu
yang berubah-ubah.
4.
Lapisan Udara Tropopouse
Merupakan
lapisan transisi antara lapisan troposfer dan stratosfer terletak antara 8 – 12
km di atas permukaan laut (dpl). Pada lapisan ini terdapat derajat panas yang
paling rendah, yakni antara – 46 o C sampai – 80o C pada musim panas dan antara
– 57 o C sampai – 83 o C pada musim dingin. Suhu yang sangat rendah pada tropopouse
inilah yang menyebabkan uap air tidak dapat menembus ke lapisan atmosfer yang
lebih tinggi, karena uap air segera mengalami kondensasi sebelum mancapai
tropopouse dan kemudian jatuh kembali ke bumi dalam bentuk cair (hujan) dan
padat (salju, hujan es).
Stratosfer
Perubahan
secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11
km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan sangat
dingin yaitu – 70oF atau sekitar – 57oC. Pada lapisan ini angin yang sangat
kencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu.Disini juga tempat terbangnya
pesawat. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang terjadi di lapisan paling
bawah, namun tidak ada pola cuaca yang signifikan yang terjadi pada lapisan
ini. Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi semakin
bertambah semakin naik, karena bertambahnya lapisan dengan konsentrasi ozon
yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra ungu. Suhu pada
lapisan ini bisa mencapai sekitar 18oC pada ketinggian sekitar 40 km. Lapisan
stratopause memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya. Lapisan stratosfer
dibagi dalam tiga bagian yaitu:
a.
Lapisan udara isoterm; terletak antara 12 – 35 km dpl, dengan suhu udara – 50o
C sampai -55o C.
b.
Lapisan udara panas; terletak antara 35 – 50 km dpl, dengan suhu – 50o C sampai
+ 50o C.
c.
Lapisan udara campuran teratas; terletak antara 50 – 80 km dpl, dengan suhu
antara +50o C sampai -70o C. karena pengaruh sinar ultraviolet, pada ketinggian
30 km oksigen diubah menjadi ozon, hingga kadarnya akan meningkat dari 5
menjadi 9 x 10-2 cc di dalam 1 m3.
Mesosfer
Kurang
lebih 25 mil atau 40km diatas permukaan bumi terdapat lapisan transisi menuju
lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian
bertambah, sampai menjadi sekitar – 143oC di dekat bagian atas dari lapisan
ini, yaitu kurang lebih 81 km diatas permukaan bumi. Suhu serendah ini
memungkinkan terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es. Daerah
transisi antara lapisan mesosfer dan termosfer disebut mesopouse dengan suhu
terendah – 110o C.
Termosfer
Transisi
dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km. Dinamai
termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini
yaitu sekitar 1982oC. Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra
ungu. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan
listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang
radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu
memancarkan gelombang radio jarak jauh. Molekul oksigen akan terpecah menjadi
oksegen atomik di sini. Proses pemecahan molekul oksigen dan gas-gas atmosfer
lainnya akan menghasilkan panas, yang akan menyebabkan meningkatnya suhu pada
lapisan ini. Suhu pada lapisan ini akan meningkat dengan meningkaknya
ketinggian. Ionosfer dibagi menjadi tiga lapisan lagi, yaitu:
a.
Lapisan Udara E
Terletak
antara 80 – 150 km dengan rata-rata 100 km dpl. Lapisan ini tempat terjadinya
proses ionisasi tertinggi. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara KENNELY dan
HEAVISIDE dan mempunyai sifat memantulkan gelombang radio. Suu udara di sini
berkisar – 70o C sampai +50o C .
b.
Lapisan udara F
Terletak
antara 150 – 400 km. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara APPLETON.
c.
Lapisan udara atom
Pada
lapisan ini, benda-benda berada dalam lbentuk atom. Letaknya lapisan ini antara
400 – 800 km. Lapisan ini menerima panas langsung dari matahari, dan diduga
suhunya mencapai 1200o C
Fenomena
aurora yang dikenal juga dengan cahaya utara atau cahaya selatan terjadi di
lapisan ini.
Eksosfer
Merupakan
lapisan atmosfer yang paling tinggi. Pada lapisan ini, kandungan gas-gas
atmosfer sangat rendah. Batas antara ekosfer (yang pada dasarnya juga adalah
batas atmosfer) dengan angkasa luar tidak jelas. Daerah yang masih termasuk
ekosfer adalah daerah yang masih dapat dipengaruhi daya gravitasi bumi. Garis
imajiner yang membatasi ekosfer dengan angkasa luar disebut magnetopause.
Adanya refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik.
Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut juga disebut sebagai cahaya Zodiakal.
Teori-Teori Tentang Terjadinya Bumi
Teori
pembentukan Bumi adalah berbagai teori yang diajukan sebagai penjelasan asal
usul terbentuknya Bumi. Banyak ilmuwan yang meneliti dan menyimpulkan peristiwa
terbentuknya Bumi, dengan berbagai teori dan hipotesis mereka.
Teori
Buffon
Pada
waktu yang hampir bersamaan muncul teori dari ahli ilmu alam [Perancis] George
Louis Leelere Comte de Buffon. Yang mengemukakan bahwa dahulu kala terjadi
tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa
matahari terpental ke luar. Massa yang terpental ini menjadi planet.
Teori
Laplace
Seorang
ahli Matematika dan astronomi Perancis Pierre Simon Marquis de Laplace 1796
mengemukakan Bumi terbentuk dari gugusan gas panas yang berputar pada sumbunya,
kemudian terbentuk cincin - cincin. Sebagian cincin gas tersebut, terlempar ke
luar dan tetap terus berputar. Cincin gas yang berputar akan mengalami pendinginan,
sehingga terbentuklah gumpalan - gumpalan bola yang menjadi planet - planet,
termasuk Bumi.
Teori
Planetisimal Hypothesis
Di
kemukakan oleh, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama
rekannya T.C Chamberlain, seorang ahli geologi, yang mengatakan matahari
terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, pada suatu saat didekati oleh
sebuah bintang lain yang melintas dengan kecepatan tinggi di dekat matahari.
Pada waktu bintang melintas di dekat matahari dan jarak keduanya relatif dekat,
maka sebagian massa gas matahari ada yang tertarik ke luar akibat adanya
gravitasi dari bintang yang melintas tersebut. Sebagian dari massa gas yang
tertarik ke luar ada yang pada lintasan bintang dan sebagian lagi ada yang
berputar mengelilingi matahari karena gravitasi matahari. Setelah bintang
melintas berlalu, massa gas yang berputar mengelilingi matahari menjadi dingin
dan terbentuklah cincin yang lama kelamaan menjadi padat dan di sebut
planetisimal. Beberapa planetisimal yang terbentuk akan saling tarik - menarik
bergabung menjadi satu dan pada akhirnya membentuk planet, termasuk Bumi.
Teori
Tidal
Dua
orang ilmuwan Inggris, James Jeans dan Harold Jeffreys, pada tahun 1918
mengemukakan teori tidal. Mereka mengatakan pada saat bintang melintas di dekat
matahari, sebagian massa matahari tertarik ke luar sehingga membentuk semacam
[cerutu].Bagian yang membentuk cerutu ini akan mengalami pendinginan dan
membentuk planet - planet, yaitu merkurius, venus, BUMI,mars, yupiter,
saturnus,uranus,neptunus
Teori
Weizsaecker
Pada
tahun 1940, C.Von Weizsaecker, seorang ahli astronomi Jerman mengemukakan tata
surya pada mulanya terdiri atas matahari yang dikelilingi oleh massa kabut gas.
Sebagian besar massa kabut gas ini terdiri atas unsur ringan, yaitu hidrogen
dan helium. Karena panas matahari yang sangat tinggi, maka unsur ringan
tersebut menguap ke angkasa tata surya, sedangkan unsur yang lebih berat
tertinggal dan menggumpal. Gumpalan ini akan menarik unsur - unsur lain yang
ada di angkasa tata surya dan selanjutnya berevolusi membentuk palnet - planet,
termasuk Bumi.
Teori
Kuiper
Gerald
P.Kuiper mengemukakan bahwa pada mulanya ada nabula besar berbentuk piringan
cakram. Pusat piringan adalah protomatahari, sedangkan massa gas yang berputar
mengelilingi promatahari adalah protoplanet. Dalam teorinya, beliau juga
memasukkan unsur - unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium. Pusat piringan yang
merupakan protomatahari menjadi sangat panas, sedangkan protoplanet menjadi
dingin. Unsur ringan tersebut menguap dan malia menggumpal menjadi planet -
planet.
Teori
Whipple
Fred
L.Whipple, seorang ahli astronom Amerika mengemukakan pada mulanya tata surya
terdiri dari gas dan kabut debu kosmis yang berotasi membentuk semacam
piringan. Debu dan gas yang berotasi menyebabkan terjadinya pemekatan massa dan
akhirnya menggumpal menjadi padat, sedangkan kabutnya hilang menguap ke
angkasa. Gumpalan yang padat saling bertabrakan dan kemudian membentuk planet -
planet.
Sumber
:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar