Penyebaran makhluk hidup
Dalam
biogeografi dipelajari bahwa penyebaran organisme dari suatu tempat ke tempat
lainnya melintasi berbagai faktor penghalang. Faktor-faktor penghalang ini
menjadi pengendali penyebaran organisme. Faktor penghalang yang utama adalah
iklim dan topografi. Selain itu, faktor penghalang reproduksi dan endemisme
menjadi pengendali penyebaran organisme.
Studi
tentang penyebarn spesies menunjukkan, spesies-spesies berasal dari suatu tempat, namun selanjutnya
menyebar ke berbagai daerah. Organisme tersebut kemudian mengadakan
diferensiasi menjadi subspesies baru dan spesies yang cocok terhadap daerah
yang ditempatinya.
Akibat
dari hal tersebut di atas maka di permukaan bumi ini terbentuk
kelompok-kelompok hewan dan tumbuhan yang menempati daerah yang berbeda-beda.
Luas daerah yang dapat ditempati tumbuhan maupun hewan, berkaitan dengan
kesempatan dan kemampuan mengadakan penyebaran. Biogeografi mempelajari
penyebaran hewan maupun tumbuhan di permukaan bumi. Ilmu yang mempelajari
peyebaran hewan di permukaan bumi disebut zoogeografi.
Penyebaran
hewan berdasarkan luas cakupannya dapat dibedakan menjadi cakupan geografis,
cakupan geologis, dan cakupan ekologis. Cakupan geografis yaitu daerah
penyebarannya meliputi daratan dan sistem perairan. Cakupan geologis, yaitu
keadaan daratan dan lautan di masa lampau. Cakupan ekologis adalah daerah
penyebarannya dengan kondisi lingkungan yang sesuai.
Pembagian wilayah berdasarka iklim
Iklim
Tropis yaitu Iklim tropis terletak antara 0° - 231/2° LU/LS dan hampir 40 %
dari permukaan bumi.
Iklim
Sub Tropis yaitu Iklim sub tropis terletak antara 231/2° - 40°LU/LS. Daerah ini
merupakan peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang.
Iklim
Sedang yaitu Iklim sedang terletak antara 40°- 661/2° LU/LS.
Iklim
Dingin (Kutub) yaitu Iklim dingin terdapat di daerah kutub. Oleh sebab itu
iklim ini disebut pula sebagai iklim kutub. Iklim dingin dapat dibagi dua, yaitu
iklim tundra dan iklim es.
Menurut
Junghuhn pembagian daerah iklim dapat dibedakan sebagai berikut
·
Daerah panas/tropis
Tinggi tempat antara 0 - 600 m dari
permukaan laut. Suhu 26,3° - 22°C. Tanamannya seperti padi, jagung, kopi,
tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat.
·
Daerah sedang
Tinggi tempat 600 - 1500 m dari permukaan
laut. Suhu 22° -17,1°C. Tanamannya seperti padi, tembakau, teh, kopi, cokelat,
kina, dan sayur-sayuran.
·
Daerah sejuk
Tinggi tempat 1500 - 2500 m dari permukaan
laut. Suhu 17,1° - 11,1°C. Tanamannya seperti teh, kopi, kina, dan
sayur-sayuran.
·
Daerah dingin
Tinggi tempat lebih dari 2500 m dari
permukaan laut. Suhu 11,1° - 6,2°C. Tanamannya tidak ada tanaman budidaya.
Pembagian
Iklim Menurut Mohr
Mohr
membagi iklim berdasarkan curah hujan yang sampai ke permukaan bumi, yaitu
menjadi tiga golongan sebagai berikut:
Bulan kering (BK), yaitu jumlah rata-rata
curah hujan dalam bulan tersebut kurang dari 60 mm.
Bulan sedang (BS, yaitu jumlah rata-rata
curah hujan dalam bulan tersebut berkisar antara 60 - 90 mm.
Bulan basah (BB), yaitu jumlah rata-rata
curah hujan dalam bulan tersebut 100 mm ke atas.
Pembagian
Iklim Menurut Schmidt Ferguson
Schmidt
Ferguson menggolongkan iklim didasarkan banyaknya curah hujan tiap-tiap bulan
dengan membandingkan jumlah bulan kering dengan jumlah bulan basah dalam satu
tahun. Oleh sebab itu menurutnya, bahwa iklim dibagi menjadi dua golongan,
yaitu sebagai berikut:
Bulan kering (BK), yaitu curah hujan yang
sampai ke permukaan bumi kurang dari 60 mm.
Bulan basah (BB), yaitu curah hujan yang
sampai kepermukaan bumi lebih dari 60 mm.
Pembagian wilayah untuk pembagian
binatang
1. Garis Weber
Salah satu teorinya dalam biogeografi
adalah apa yang disebut sebagai Garis Weber, yang menandai perbatasan fauna
mamalia Australasia. Sebagaimana yang ditengarai pada tumbuhan, survai-survai
fauna memperlihatkan bahwa untuk kelompok-kelompok vertebrata kecuali burung.
Garis Wallace bukan merupakan perbatasan
biogeografis yang paling signifikan. Alih-alih Selat Lombok, adalah Kepulauan
Tanimbar yang dilalui garis batas antara fauna Oriental dan Australasia,
khususnya mamalia dan kelompok vertebrata terestrial lainnya. Demikian pula,
untuk kebanyakan invertebrata, kupu-kupu, dan juga burung, Garis Weber yang
lebih tepat menggambarkan perbatasan itu ketimbang Garis Wallace .
2. Garis Wallace
Garis Wallace adalah sebuah garis
hipotetis yang memisahkan wilayah geografi hewan Asia dan Australasia. Bagian
barat dari garis ini berhubungan dengan spesies Asia; di timur kebanyakan
berhubungan dengan spesies Australia. Garis ini diberi nama sesuai nama
penemunya, Alfred Russel Wallace, yang menyadari perbedaan yang jelas pada saat
dia berkunjung ke Hindia Timur pada abad ke-19.
Garis ini melalui Kepulauan Melayu,
antara Borneo dan Sulawesi; dan antara Bali (di barat) dan Lombok (di timur).
Adanya garis ini juga tercatat oleh Antonio Pigafetta tentang perbedaan
biologis antara Filipina dan Kepulauan Maluku, tercatat dalam perjalanan
Ferdinand Magellan pada 1521. Garis ini lalu diperbaiki dan digeser ke Timur
(daratan pulau Sulawesi) oleh Weber. Batas penyebaran flora dan fauna Asia lalu
ditentukan secara berbeda-beda, berdasarkan tipe-tipe flora dan fauna. Garis
ini lalu dinamakan "Wallace-Weber".
SOURCHE
:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar