Jumat, 24 Januari 2014

Terindah


Sejak pertama aku menyadari semuanya aku belum mengerti apa yang dinamakan tentang perasaan yang salah terhadap teman lelakiku. Mungkin perasaan ini tumbuh karna kebersamaan kita yang dimulai dari zaman SMP sampai saat ini. Persahabatan kita dimulai karna hobi yang sama yaitu makan bakso setiap hari setelah pulang sekolah. Warung bakso yang berada di samping danau membuat suasana semakin teduh saat menyuap potongan bakso yang sedang kami santap. Rasa bakso itu semakin nikmat ketika menatap mata pria berzodiak Leo itu.
Dimalam hari ketika aku sedang melamun, aku teringat tentang sosok pria yang selalu menemaniku disetiap aktivitasku. Bahyangan pria itu selalu muncul disetiap malam yang dihiasi oleh bintang-bintang. Pria yang satu ini mempunyai wajah yang sangat teduh sekali untuk terus di pandangi, disamping itu pria ini mempunyai kebiasaan yang sangat baik, yaitu tidak pernah meninggalkan shalat 5 waktu.
Pria kelahiran Agustus ini mempunyai hobi yang sangat unik, yaitu menciptakan lagu disaat Ia sedang mandi pagi. Tapi pria ini mempunyai kekurangan yaitu selalu terlambat ketika masuk ke sekolah. Padahal lokasi rumahnya tidak jauh dari sekolah, tapi pria ini hobi banget sama yang namanya terlambat. Omelan guru piket tidak membuat ia menjadi jera, terlambat terlambat dan terlambat.
Pulang sekolah tiba. Saatnya aku dan sahabatku ini pergi ke tempat favorite kami. Warung bakso pa camat sudah di depan mata. Aku memesan semangkok bakso yang dilengkapi dengan sayuran. Thomas memesan semangkok bakso polos. Tak lupa kami menambahkan penyedap cita rasa yaitu sambal dan kecap.  Dua komponen ini tidak dapat terpisahkan dari kuah bakso kami. Karna yang bikin mantap rasanya adalah sambal dan kecapnya wkwk.
Setelah makan bakso Thomas mengajak ku duduk dipinggiran danau, untuk melihat air yang sedang mengalir teduh dipermukaan danau. Tak sengaja aku melihat mata indah yang dimiliki Thomas. Oh tuhan begitu indahnya mata pria ciptaanmu yang satu ini, kenapa harus dia yang memiliki mata indah itu? Thomas menanyakan tentang pelajaran yang telah kami pelajari tadi siang. Aku menjawab dengan gugup karna aku benar-benar masih berada di titik nyaman melihat mata indahnya itu.
Thomas tidak begitu jago dengan pelajaran sosiologi. Dia menanyakan pelajaran itu kepada ku. Waktu yang begitu cepat membuat aku menjelaskan tentang pelajaran favoriteku ini semakin singkat juga. Hari mulai sore dan cuaca sangat mendung. Thomas mengajakku pulang dan dia mengantarku pulang sampai rumah. Ketika di perjalanan pulang hujan turun mengguyur kami. Aku dan Thomas basah kuyup dan memutuskan untuk meneduh di sebuah toko. Sampai magrib hujan tak kunjung henti, akhirnya kami berdua memutuskan untuk menerobos hujannya.
Keesokan harinya ketika aku sampai sekolah. Aku menuggu Thomas datang, jam pergantian pelajaran pun berganti. Ternyata Thomas tidak sekolah, dia sakit dan mengalami flu berat. Hari ini benar-benar membuat ku tidak semangat. Aku menyadari bahwa Thomas lah penyemangat hidupku. Sepulang sekolah aku pergi ke warung bakso pa camat lagi, tak lupa aku membeli kan Thomas semangkuk bakso. Ketika bakso polos kesukaan Thomas telah di buat aku pun bergegas pergi ke rumah Thomas untuk menjenguknya. Sesampai di rumah Thomas, aku disambut oleh adiknya yang paling kecil. Adiknya Thomas sangat lucu sekali, apalagi ketika dia memegang centil rambut ikalnya. Thomas pun keluar dari kamarnya. Wajah Thomas hari ini tidak secerah kemarin, wajahnya sangat pucat sekali. Aku pulang ketika menemuinya.

Ketika sampai di rumah perasaanku makin tidak terjawab ketika tadi melihatnya. Setelah sekian lama aku menyimpan perasaan ini sendirian akhirnya aku menyerah untuk menyembunyikannya. Di malam hari nya Thomas datang kerumahku untuk mengerjakan PR bareng. Ketika aku sedang mengerjakannya tak sengaja aku melihat Thomas sedang menolehkan matanya ke diri ku, aku pun sangat malu. Dan aku hanya terdiam saat iya sedang memandangiku. Aku bercerita kepada Thomas kalau aku sedang mengagumi seseorang, tetapi dia hanyak menggolekan kepala tanpa meresponnya. Ketika dia pulang aku  bercerita kepada bintang. Oh bintang tolong sampaikanlah perasaanku ini kepada Thomas sahabat terbaikku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar