Sejak pertama
aku menyadari semuanya aku belum mengerti apa yang dinamakan tentang perasaan
yang salah terhadap teman lelakiku. Mungkin perasaan ini tumbuh karna
kebersamaan kita yang dimulai dari zaman SMP sampai saat ini. Persahabatan kita
dimulai karna hobi yang sama yaitu makan bakso setiap hari setelah pulang
sekolah. Warung bakso yang berada di samping danau membuat suasana semakin
teduh saat menyuap potongan bakso yang sedang kami santap. Rasa bakso itu
semakin nikmat ketika menatap mata pria berzodiak Leo itu.
Dimalam hari
ketika aku sedang melamun, aku teringat tentang sosok pria yang selalu
menemaniku disetiap aktivitasku. Bahyangan pria itu selalu muncul disetiap
malam yang dihiasi oleh bintang-bintang. Pria yang satu ini mempunyai wajah
yang sangat teduh sekali untuk terus di pandangi, disamping itu pria ini
mempunyai kebiasaan yang sangat baik, yaitu tidak pernah meninggalkan shalat 5
waktu.
Pria kelahiran
Agustus ini mempunyai hobi yang sangat unik, yaitu menciptakan lagu disaat Ia
sedang mandi pagi. Tapi pria ini mempunyai kekurangan yaitu selalu terlambat
ketika masuk ke sekolah. Padahal lokasi rumahnya tidak jauh dari sekolah, tapi
pria ini hobi banget sama yang namanya terlambat. Omelan guru piket tidak
membuat ia menjadi jera, terlambat terlambat dan terlambat.
Pulang sekolah
tiba. Saatnya aku dan sahabatku ini pergi ke tempat favorite kami. Warung bakso
pa camat sudah di depan mata. Aku memesan semangkok bakso yang dilengkapi
dengan sayuran. Thomas memesan semangkok bakso polos. Tak lupa kami menambahkan
penyedap cita rasa yaitu sambal dan kecap.
Dua komponen ini tidak dapat terpisahkan dari kuah bakso kami. Karna
yang bikin mantap rasanya adalah sambal dan kecapnya wkwk.
Setelah makan
bakso Thomas mengajak ku duduk dipinggiran danau, untuk melihat air yang sedang
mengalir teduh dipermukaan danau. Tak sengaja aku melihat mata indah yang
dimiliki Thomas. Oh tuhan begitu indahnya mata pria ciptaanmu yang satu ini,
kenapa harus dia yang memiliki mata indah itu? Thomas menanyakan tentang
pelajaran yang telah kami pelajari tadi siang. Aku menjawab dengan gugup karna
aku benar-benar masih berada di titik nyaman melihat mata indahnya itu.
Thomas tidak
begitu jago dengan pelajaran sosiologi. Dia menanyakan pelajaran itu kepada ku.
Waktu yang begitu cepat membuat aku menjelaskan tentang pelajaran favoriteku
ini semakin singkat juga. Hari mulai sore dan cuaca sangat mendung. Thomas
mengajakku pulang dan dia mengantarku pulang sampai rumah. Ketika di perjalanan
pulang hujan turun mengguyur kami. Aku dan Thomas basah kuyup dan memutuskan
untuk meneduh di sebuah toko. Sampai magrib hujan tak kunjung henti, akhirnya
kami berdua memutuskan untuk menerobos hujannya.
Keesokan harinya
ketika aku sampai sekolah. Aku menuggu Thomas datang, jam pergantian pelajaran
pun berganti. Ternyata Thomas tidak sekolah, dia sakit dan mengalami flu berat.
Hari ini benar-benar membuat ku tidak semangat. Aku menyadari bahwa Thomas lah
penyemangat hidupku. Sepulang sekolah aku pergi ke warung bakso pa camat lagi,
tak lupa aku membeli kan Thomas semangkuk bakso. Ketika bakso polos kesukaan
Thomas telah di buat aku pun bergegas pergi ke rumah Thomas untuk menjenguknya.
Sesampai di rumah Thomas, aku disambut oleh adiknya yang paling kecil. Adiknya
Thomas sangat lucu sekali, apalagi ketika dia memegang centil rambut ikalnya.
Thomas pun keluar dari kamarnya. Wajah Thomas hari ini tidak secerah kemarin,
wajahnya sangat pucat sekali. Aku pulang ketika menemuinya.
Ketika sampai di
rumah perasaanku makin tidak terjawab ketika tadi melihatnya. Setelah sekian
lama aku menyimpan perasaan ini sendirian akhirnya aku menyerah untuk
menyembunyikannya. Di malam hari nya Thomas datang kerumahku untuk mengerjakan
PR bareng. Ketika aku sedang mengerjakannya tak sengaja aku melihat Thomas sedang
menolehkan matanya ke diri ku, aku pun sangat malu. Dan aku hanya terdiam saat
iya sedang memandangiku. Aku bercerita kepada Thomas kalau aku sedang mengagumi
seseorang, tetapi dia hanyak menggolekan kepala tanpa meresponnya. Ketika dia
pulang aku bercerita kepada bintang. Oh
bintang tolong sampaikanlah perasaanku ini kepada Thomas sahabat terbaikku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar